Pernahkah rasa nasionalisme anda sebagai bangsa Indonesia terusik? Berkali-kali itu kualami, karena dari sejak dulu kos ku di Jogja selalu jadi langganannya mahasiswa-mahasiswa S2 asal Vietnam, Thailand and Cambodia. Banyak perbincangan-perbincangan sehari-hari kami yang membicarakan soal perbedaan negara, baik budaya, ekonomi, sosial, agama dan lain-lain.
Waktu bulan Ramadhan kemarin, banyak anak-anak di dekat kos yang main petasan. Pada suatu malam bunyi petasan terdengar sangat banyak dalam satu waktu, suara ledakannya keras dan lebih mirip suara pisto yang ditembakkan. Karena kaget seluruh penghuni kos keluar. Termasuk orang-orang Vietnam itu, mereka keluar dengan wajah penuh ketakutan.
Thin “small”, Thin “Big”, Tom and Thang (Vietnam people): “What’s that?”
Me: fireworks
Vietnamesse:We are really scare, sounds like a gun! I’m scare
Me: hehehe..
Vietnamesse: In my country fireworks are prohibited, illegal!
Me: Well..In Indonesia you can get that easily. Even a child can buy that in store
Vietnamesse: Really??? My government are not allowed us to sell or buy fireworks.
Me (mulai terusik nasionalismenya dan muncul pembelaan) : Actually, in Indonesia to sell/buy fireworks is outlaw. But some people brake against the rule just to earn some money.]
Me: (thinking…maybe because Vietnam just finished their war after long periode of time in war. cek HERE)
Pada suatu malam, masih di bulan Ramadhan, waktu aku lagi nonton sejarah islam di Indonesia di trans 7. Si Thin “small” masuk ke kamar dan akhirnya terlibat satu pembicaraan serius dengan ku.
Thin “small”: What are you watching for?
Me: It’s a moslem history in Makasar, Sulawesi, Indonesia
Thin “small”: (with serious face) Are you moslem?
Me: I am!
Thin “small”: So, you are fasting every day? But I saw you just have a dinner
Me: We are fasting every day, for a month. But we can eat and drink as usual at the evening.
Thin “small”: don’t you feel hungry? I think it’s good to be me. Because I don’t have any religion, so I can eat everything, everytime. Hahaha…
Me: (Dengan perasaan kesal) I don’t think so. Indonesian people are religios. And I think every people need a religion, to balancing our lives. Not every thing in life we can approach by science, logic or etc. and we don’t have to spend a lot time just to find the answer. Just, let it be the God’s secret. Living in religion make you feel in peace. Do you believe in God?
Thin “small”: No I don’t believe in God.
Me: I’m not surprise. Because your country is a socialism-communism country.
Me: (thinking…never try discussing about religion with those who don’t believe in God. It’s truly difficult, trust me)
Suatu malam, ketika makan malam bersama di warung Pak To
Thang: First time I came in here, I don’t understand why does Indonesian people use their hand directly when eat
Me: it’s a kind of tradition. The European ancestors found spoon and fork to use when they eat their food, The Asian found chopsticks. And our ancestors didn’t find anything, so they use their hand directly when they eat their food
Thang: LOL
Me: maybe one day, you have to try in that way. because eating with your hand is good, give you different sensation of eat, and it give you a lot of advantage for your digestion.
Thang: LOL, yeah..maybe one day I’ll try
Me: (Thinking…yeeaah! I just give him a good answer!!)
Suatu hari ketika mengantarkan Thang ke toko computer ASC, naik motor Thin “Big”. Waktu belok keluar dari kompleks hampir terjadi tabrakan dengan pengendara motor lainnya. Pengendara motor lain marah-marah. Thangnya cuek aja, karena dia gak ngerti kesalahannya apa, dan dia juga gak ngerti bahasa Indonesia J. Sedangkan aku cuma cengengesan sam mas yang hampir jadi korban. Thang melanjutkan laju motornya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Aku langsung bertanya pada Thang
Me: What do you think you do? You just try to kill us! Becarefull!
Thang: Ooow.. I forget! in Indonesia we drives on the left . Because in Vietnam we drives on the right side.
Me: (no reaction! Because I was really shocked and scared)
Perjalanan dilanjutkan. Aku heran kok ni orang bawa motornya lambat banget! Langsung nanya
Me: you are driving to slow, why?
Thang: In Vietnam we have a rule. Maximum speed for a motorbike is 40 km/hrs in the city/urban.
Me: (Cuma ngangguk2, karena peraturan itu kuanggap bagus)
Beberapa kali pergi jalan sama Sam (another vietnamesse who stay in jojga for study in one of private university, but he speaks Bahasa Indonesia good enough). Kalo naik motor gak pernah mau pake helm. Langsung nanya: “kok kamu gak pernah mau pake helm sih?”. Sam “ Malas! berat! Takut rambut rusak!” (biasalah…anaknya sok modis gitu hehehe…) Aku jawab : “ safety first!”. Sam : “Hehehe… orang2 vietnam di sana juga gak ada yang pake helm kalo pergi jalan naik motor”. Aku langsung berfikir ternyata mereka tidak terlalu mengerti soal peraturan dan keselamatan berkendara di jalan raya. Bukankah memakai helm bagi pengendara motor adalah peraturan yang berlaku di semua negara. Buatku sih safety first, jadi kesadaranku memakai helm bukan semata-mata karena peraturan dan takut ditilang polisi. Karena kesadaranku akan keselamatan. Kayakanya orang Vietnam harus belajar dari Indonesia soal ini.
Thang really likes an Indonesia song. One day he asked me do I have a song like this “#%&?;9^SX+ZZZ#%$….na nan na”. He was singing in bahasa Indonesia, but I didn’t understand! Hahaha… because he don’t speak bahasa Indonesia very well. I only heard the word of “cinta” when he sang. After thought hard, finally I knew what song he meant. It’s Sebelum Cahaya by Letto. I played the song in my computer and he listened.
He sayed: Ya..ya.. this is the song what I mean. I like this Can I copy this song?
Me: Mmm… it’s piracy man! Do you think I will do that for you?
He: (thinking….)
From the bottom of my heart, I didn’t want to copy that song to him. Because he is Vietnamesse and I am Indonesian, Letto is Indonesia group of music, it’s about loyality to my country and my people. I don’t want people from another country pirate everything from my country. But finally I copied the song to him. I’m sorry Letto…
Sebenarnya banyak lagi cerita sehari-hari ku bersama si vietnam2 itu. Tapi terlalu panjang kalo diceritain semua. Kalo mau tau lebih lanjut, sering-sering aja maen ke kos ku. Ntar aku kenalin sama mereka semua
* sebenarnya dah lama pengen tulis ini, tapi takut English ku ketauan jelek! Hahaha.. buat para pembaca maklum aja kalo banyak tulisan, kata-kata yang gak sesuai grammar atau salah. Habisnya di kos juga ngomong sekenanya! Yang penting sama-sama ngerti maksud pembicaraan hahahaha… English mereka juga gak begitu bagus kok
Mas, di Vietnam pake helm kalo cuma mo perang aja :p
haha… dipoto aja wan orang vietnamnya
lucu bgt wan..hehe..
gk kebayang gimana ngkos disana..jd pengen ketemu ma vietnam2 tu..bener tu wan..jgn debat agma ma komunis..gk nyambung..
ur english isnt really bad..
bagus d artikelnya..lucu..uda kebayang gmna ekspresi muka iwan wkt ngbela negara didpn vietnam2 tu..cuman rada kepanjangan sih..tp lumayan bgus koq..
numpang lewat oom ……….
monggo mas den…
pintu keluarnya tau kan? hehehe.. thx udah mampir
wan, blajar dong ma vietnam2 itu cara ngalahin amrik, hehehehehe….